
Franchise Domino’s Pizza menjadi salah satu peluang usaha menarik, khususnya bagi mereka yang memiliki modal serta ketertarikan di bidang makanan cepat saji.
Sebagai jaringan restoran pizza ternama, Domino’s Pizza mulai hadir di Indonesia sejak tahun 2008 dengan membuka gerai pertama di Pondok Indah, Jakarta. Hingga kini, jumlah cabangnya telah berkembang pesat menjadi lebih dari 200 outlet di berbagai kota.
Pertumbuhan ini mencerminkan besarnya potensi industri kuliner di Indonesia. Domino’s Pizza menawarkan kesempatan usaha yang menjanjikan bagi calon mitra franchisee yang ingin meraih keuntungan melalui kekuatan merek global dan sistem bisnis yang terbukti berhasil.
Secara internasional, Domino’s Pizza memiliki lebih dari 17.000 cabang di berbagai negara. Reputasinya sebagai salah satu restoran cepat saji terkemuka semakin kuat sejak pertama kali didirikan oleh Tom dan James Monaghan di Amerika Serikat pada 1965. Perusahaan ini juga dikenal berkat layanan pesan antar yang cepat serta inovasi menunya yang terus berkembang.
Sedang mencari peluang investasi yang menjanjikan? Waralaba (franchise) Domino’s Pizza dapat menjadi pilihan yang tepat bagi Anda.
Domino’s Pizza dikenal sebagai salah satu brand pizza terbesar di dunia dengan model bisnis yang terbukti mampu berkembang pesat di pasar global.
Franchise merupakan sistem kemitraan bisnis di mana pemilik merek memberikan hak penggunaan merek serta standar operasional kepada mitra usaha. Dengan demikian, franchisee dapat menjalankan bisnisnya dengan dukungan penuh dari franchisor, baik berupa pelatihan maupun manajemen operasional.
Bergabung dalam sistem franchise menawarkan berbagai keuntungan, di antaranya:
Domino’s Pizza pertama kali didirikan pada tahun 1960 di Michigan, Amerika Serikat, dan mulai mengembangkan sistem waralaba sejak 1967. Dalam waktu singkat, pada tahun 1971, mereka sudah memiliki lebih dari 1.000 gerai franchise di berbagai negara.
Di Indonesia, hak waralaba Domino’s Pizza dipegang oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk. Pada tahun 2014, perusahaan ini menjual 51% sahamnya kepada Everstore Capital, menandai langkah penting dalam pengembangan bisnis Domino’s Pizza di tanah air.
Domino’s Pizza merupakan salah satu brand pizza ternama dunia dengan reputasi yang telah terbangun selama puluhan tahun. Keberhasilan ini menjadikannya magnet bagi banyak pengusaha yang ingin bergabung melalui sistem kemitraan waralaba.
Ada sejumlah alasan mengapa Domino’s Pizza menjadi peluang usaha yang menjanjikan, di antaranya:
1. Popularitas Merek
Dengan lebih dari 17.200 cabang secara global pada tahun 2020. Domino’s Pizza berhasil menancapkan namanya sebagai jaringan restoran pizza terbesar kedua di dunia. Di Indonesia sendiri, sejak hadir pada 2008, Domino’s telah berkembang menjadi lebih dari 120 gerai yang tersebar di 8 kota besar.
2. Inovasi Menu yang Menarik
Domino’s selalu menghadirkan menu inovatif yang sesuai selera pasar. Berbagai varian pizza ditawarkan dengan harga terjangkau, ditambah layanan andalan berupa garansi pengiriman 30 menit yang membuat pelanggan merasa puas dan terlayani dengan baik.
Kombinasi antara kekuatan merek global, inovasi menu yang konsisten, serta layanan cepat menjadikan Domino’s Pizza sebagai pilihan ideal bagi calon franchisee yang ingin menekuni bisnis restoran cepat saji.
Menjadi bagian dari franchise Domino’s Pizza menawarkan banyak keuntungan, terutama bagi pengusaha yang ingin memulai bisnis di industri makanan cepat saji.
Dengan lebih dari 17.000 cabang di seluruh dunia. Domino’s Pizza telah membuktikan kekuatan mereknya sekaligus memberikan dukungan penuh untuk kesuksesan para franchisee.
Franchisee akan memperoleh dukungan komprehensif dari manajemen pusat Domino’s Pizza, mulai dari program pelatihan untuk tim, akses bahan baku berkualitas, hingga strategi pemasaran yang efektif. Selain itu, pengalaman tim profesional dari pusat akan membantu dalam mengelola operasional restoran sehari-hari.
Popularitas Domino’s Pizza menjadikannya bisnis dengan prospek keuntungan besar. Hanya dalam kurun waktu 10 tahun, jaringan ini berhasil membuka 1.000 outlet secara global. Di Indonesia sendiri, kini terdapat lebih dari 200 gerai yang menandakan peluang investasi yang terus berkembang.
Sebagai salah satu brand pizza terkemuka dunia, Domino’s Pizza memiliki basis pelanggan setia. Didukung sistem pemesanan online dan layanan pengiriman cepat, kepuasan pelanggan terus terjaga sehingga menciptakan loyalitas jangka panjang.
Dengan kombinasi dukungan pusat, peluang keuntungan tinggi, serta jaringan pelanggan yang kuat. Franchise Domino’s Pizza menjadi pilihan ideal bagi pengusaha yang ingin membangun atau mengembangkan bisnis restoran mereka.
Untuk bergabung sebagai franchisee Domino’s Pizza, terdapat beberapa kriteria penting yang harus dipenuhi. Meski informasi detail mengenai syarat dan besaran modal belum dipublikasikan secara terbuka, ada sejumlah persyaratan umum yang menjadi acuan.
Calon franchisee wajib memiliki kemampuan finansial yang kuat. Modal awal diperlukan untuk investasi pembukaan gerai baru, sekaligus untuk menanggung biaya operasional dan memenuhi ketentuan dalam perjanjian waralaba yang ditetapkan Domino’s Pizza.
Secara garis besar, Domino’s Pizza mencari mitra yang berkomitmen tinggi, memiliki kekuatan finansial memadai, serta pengalaman yang relevan. Dengan kriteria ini, diharapkan kemitraan yang terjalin dapat saling menguntungkan dan mendukung keberlangsungan bisnis waralaba Domino’s Pizza di Indonesia.
Biaya untuk membuka franchise Domino’s Pizza di Indonesia bervariasi tergantung lokasi, ukuran gerai, serta kebutuhan operasional. Berikut perkiraan komponen investasi yang biasanya diperlukan:
Sebagai biaya awal penggunaan merek Domino’s Pizza, franchise fee global berkisar USD 10.000–50.000 (sekitar Rp150 juta–Rp750 juta), meski nominalnya dapat berbeda sesuai kebijakan di tiap negara.
Biaya meliputi desain interior, peralatan dapur, hingga fasilitas operasional, dengan kisaran Rp1–2 miliar tergantung lokasi dan luas outlet.
Peralatan dapur khusus seperti oven pizza, pendingin, meja persiapan, dan perlengkapan lain membutuhkan dana sekitar Rp500 juta–Rp1 miliar.
Domino’s Pizza mengenakan royalti bulanan sebesar 5–8% dari total penjualan kotor.
Kontribusi untuk promosi nasional maupun lokal biasanya sekitar 2–4% dari pendapatan kotor bulanan.
Dana cadangan diperlukan untuk gaji karyawan, pembelian bahan baku, hingga utilitas. Estimasi modal kerja awal sekitar Rp300 juta–Rp500 juta.
Secara keseluruhan, investasi untuk membuka franchise Domino’s Pizza di Indonesia diperkirakan mencapai Rp2 miliar–Rp4 miliar, bergantung pada lokasi dan skala gerai. Namun perlu dicatat, Domino’s Pizza di Indonesia dikelola oleh master franchisee, sehingga tidak semua wilayah membuka peluang franchise individu.
Bagi Anda yang tertarik menjadi franchisee Domino’s Pizza di Indonesia, ada sejumlah tahapan penting yang harus dilalui. Sebagai waralaba internasional dengan sistem kemitraan yang teruji, Domino’s Pizza menerapkan perjanjian franchise yang jelas dan terstandarisasi.
Calon franchisee wajib menyiapkan beberapa dokumen penting, seperti:
Proses persetujuan franchise biasanya memakan waktu sekitar 2–3 bulan, tergantung kelengkapan dokumen dan hasil seleksi. Domino’s Pizza akan melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memberikan izin resmi kepada mitra baru.
Menjadi franchisee Domino’s Pizza memerlukan komitmen tinggi, dan untuk mendukung kesuksesan para mitra, Domino’s menyediakan program pelatihan menyeluruh bagi franchisee baru. Program ini dirancang agar mitra mampu mengelola restoran dengan baik serta menjalankan kemitraan waralaba secara optimal.
Pada tahap awal, franchisee akan mengikuti pelatihan intensif yang mencakup:
Pelatihan tidak berhenti di awal. Domino’s terus memberikan dukungan berupa:
Dengan sistem pelatihan dan dukungan berkelanjutan ini, franchisee Domino’s Pizza memiliki kesempatan besar untuk terus berkembang dan mempertahankan daya saing bisnis di pasar.
Pemilihan lokasi yang tepat menjadi salah satu faktor utama kesuksesan dalam menjalankan waralaba Domino’s Pizza. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan meliputi kepadatan penduduk, aksesibilitas, tingkat persaingan, serta visibilitas gerai. Selain itu, analisis pasar lokal juga sangat berperan untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen di area tersebut.
Agar franchise Domino’s Pizza berjalan optimal, lokasi sebaiknya memenuhi beberapa syarat berikut:
Sebelum menentukan lokasi, analisis pasar lokal perlu dilakukan untuk mengetahui perilaku dan kebutuhan konsumen. Dari data tersebut, franchisee dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran.
Dengan pemilihan lokasi yang strategis dan analisis pasar yang matang, franchise Domino’s Pizza berpeluang besar untuk berkembang pesat, memperluas ekspansi bisnis, serta meningkatkan potensi keuntungan dalam industri restoran cepat saji.
Sebagai salah satu pemain utama dalam industri restoran pizza global, Domino’s Pizza terus menghadirkan strategi pemasaran yang inovatif dan komprehensif. Upaya ini diwujudkan melalui promosi menarik, program loyalitas pelanggan, hingga pemanfaatan media sosial untuk menjangkau audiens lebih luas.
Domino’s dikenal dengan berbagai terobosan, salah satunya kampanye “Emergency Pizza” yang mendapat sambutan positif. Selain itu, program loyalitas yang memberikan poin dan hadiah bagi pelanggan setia turut memperkuat kedekatan dengan konsumen.
Dari sisi operasional, Domino’s memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi pembuatan serta pengiriman pizza. Penerapan inovasi digital dan kecerdasan buatan memungkinkan layanan yang lebih cepat dan memuaskan.
Media sosial juga menjadi saluran penting dalam strategi pemasaran Domino’s. Melalui platform digital, mereka mampu membangun hubungan dengan pelanggan, memperkuat brand awareness, sekaligus meluncurkan kampanye promosi yang tepat sasaran.
Domino’s bahkan berkolaborasi dengan merek populer seperti Twitch dan Fortnite untuk menjangkau segmen pasar baru. Strategi ini terbukti mampu mendorong penjualan sekaligus mempertahankan posisi Domino’s sebagai salah satu pemimpin dalam industri restoran pizza.
Mengelola franchise Domino’s Pizza tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu yang utama adalah persaingan ketat di industri makanan cepat saji, khususnya segmen pizza, di mana banyak merek terus berinovasi untuk merebut perhatian konsumen.
Selain itu, franchisee dituntut mampu menjaga efisiensi manajemen restoran serta operasional sehari-hari. Hal ini mencakup konsistensi kualitas produk, layanan pelanggan yang prima, hingga kemampuan beradaptasi dengan tren dan preferensi pasar.
Faktor biaya juga menjadi tantangan tersendiri. Franchisee perlu menyiapkan investasi awal yang cukup besar, termasuk biaya lisensi, royalti, dan berbagai persyaratan lain yang ditetapkan franchisor. Oleh karena itu, setiap peluang investasi harus dipertimbangkan secara matang.
Meski penuh tantangan, peluang untuk bergabung dengan franchise Domino’s Pizza tetap menjanjikan, terutama bagi mereka yang siap beradaptasi, disiplin dalam manajemen, dan memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan bisnis.
Di Indonesia, informasi mengenai franchisee Domino’s Pizza memang belum terlalu banyak dipublikasikan. Namun secara global, banyak mitra yang telah meraih kesuksesan berkat kekuatan merek Domino’s, sistem operasional yang teruji, serta dukungan penuh dari tim pusat.
Salah satu contoh sukses datang dari Bapak Rudi, franchisee Domino’s Pizza yang membuka cabang pertamanya di Surabaya pada 2010. Ia mengakui bahwa bergabung dengan Domino’s merupakan keputusan bisnis terbaik, karena dukungan dari manajemen pusat serta kemitraan waralaba yang solid membantunya mempercepat ekspansi usaha.
Kisah sukses lain dapat dilihat dari cabang Domino’s Pizza di Bali. Dibuka pada 2015, outlet ini berkembang pesat berkat strategi pemasaran inovatif dan lokasi yang sangat strategis di kawasan wisata.
Keberhasilan franchisee di Bali menjadi inspirasi bagi calon mitra lainnya. Kisah ini membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat serta dukungan dari franchisor, peluang bisnis Domino’s Pizza bisa menjadi langkah investasi yang sangat menjanjikan.
A: Franchise adalah bentuk kemitraan bisnis di mana pemilik merek memberikan hak penggunaan nama dan sistem operasional kepada mitra usaha.
A: Dengan bergabung dalam franchise, Anda mendapat dukungan dari pusat berupa pelatihan, suplai bahan baku, dan strategi pemasaran. Potensi keuntungan juga lebih besar karena mereknya sudah dikenal luas.
A: Domino’s Pizza pertama kali berdiri pada tahun 1965 di Amerika Serikat, didirikan oleh Tom dan James Monaghan.
A: Domino’s mulai menawarkan sistem franchise sejak 1967. Pada 1971, jaringan mereka sudah melampaui 1.000 gerai di seluruh dunia.
A: Domino’s Pizza masuk ke Indonesia pada 2008 dengan membuka gerai pertama di Pondok Indah, Jakarta. Kini jumlah gerainya sudah lebih dari 200.
A: Domino’s dikenal dengan harga terjangkau, menu yang inovatif, serta garansi pengiriman 30 menit yang memastikan layanan cepat dan memuaskan.
A: Mitra franchise mendapatkan dukungan penuh dari pusat, potensi keuntungan tinggi, jaringan pelanggan yang luas, serta dukungan teknologi untuk efisiensi operasional.
A: Calon franchisee perlu memenuhi kualifikasi keuangan dan syarat tertentu. Namun, informasi detail terkait modal dan ketentuan khusus belum dipublikasikan secara terbuka.
A: Saat ini, pendaftaran franchise Domino’s Pizza di Indonesia belum dibuka. Hak master franchise dipegang oleh satu perusahaan untuk setiap negara.
A: Ya, Domino’s menyediakan pelatihan menyeluruh mencakup operasional, manajemen, dan pemasaran. Franchisee juga mendapat pembaruan menu, strategi pemasaran, dan panduan operasional berkelanjutan.
A: Lokasi yang ideal biasanya berada di area padat penduduk, mudah diakses, memiliki visibilitas tinggi, serta tingkat persaingan yang terukur. Analisis pasar lokal juga penting untuk memahami kebutuhan konsumen.
A: Domino’s rutin menghadirkan promosi, program loyalitas pelanggan, serta kampanye digital. Media sosial dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan brand awareness.
A: Tantangan yang sering muncul antara lain persaingan ketat di industri makanan cepat saji, menjaga kualitas produk dan layanan, serta beradaptasi dengan tren dan preferensi konsumen.
A: Meskipun data spesifik di Indonesia terbatas, banyak franchisee di berbagai negara telah sukses berkat kekuatan merek, sistem yang mapan, dan dukungan dari pusat.
Franchise Domino’s Pizza telah terbukti menjadi salah satu jaringan waralaba internasional yang paling sukses di industri makanan cepat saji. Sebagai salah satu restoran pizza terbesar di dunia, brand ini telah hadir di lebih dari 90 negara dan terus memperluas jangkauannya.
Keberhasilan Domino’s bukan hanya berasal dari popularitas produknya, tetapi juga dari penerapan sistem franchise yang solid dan teruji selama puluhan tahun.
Dukungan penuh dari perusahaan pusat, mulai dari teknologi pemesanan yang modern, strategi pemasaran yang inovatif, hingga standar operasional yang konsisten, memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para mitra bisnis.
Hal ini menjadikan Domino’s Pizza sebagai peluang investasi yang sangat menjanjikan, terutama bagi calon pengusaha yang ingin terjun ke sektor kuliner dengan merek global yang sudah mapan. Dengan fondasi yang kuat tersebut, franchise Domino’s Pizza memiliki potensi untuk terus tumbuh dan memberikan keuntungan yang berkelanjutan bagi para investornya.
Leave a Reply